Teknologi Informasi Kontemporer (FMIPA UGM)

Kita telah lama memasuki era digitalisasi di mana semua hal diusahakan berbentuk digital. Sistem informasi tersusun atas

(1) hardware : piranti keras komputer, misalnya CPU (Central Processing Unit, memory (RAM, ROM< flash disk), LCD monitor, keyboard, mouse, dsb.

(2) software : piranti lunak komputer, misalnya sistem operasi (MS Windows, Linux, Mac OS, Android), program aplikasi (MS Office, Libre, dsb), browser (Internet Explorer, Safari, Firefox, Chrome), dsb.

(3) network : jaringan, misalnya, Wi-fi 802.11, Wimax 802.16, Zigbee 802.15.4, bluetooth, infrared, dsb.

(4) user : manusia pengguna komputer

(5) procedures : peraturan-peraturan penggunaan kompute, misalnya UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik)

(6) data : yang diperoleh melalui piranti input komputer

Dari ke 6(enam) komponen di atas, yang dinamakan teknologi informasi adalah no (1), (2), dan (3). Nomor  (1) s/d (5) semuanya akan cepat usang (obsolete), sedangkan no (6) tidak pernah usang. Data selalu mempunyai makna bila kita tempatkan pada suatu konteks. data yang ditempatkan pada suatu konteks dinamakan informasi.

Tujuan utama sistem informasi adalah koleksi data. Data kemudian diproses menjadi informasi. Informasis elanjutnya diproses menjadi knowledge. Knowledge diproses menjadi wisdom.

Alasan itulah yang mengakibatkan Google, Facebook, dsb. menyediakan layanan gratis. Google, selain search engine, juga menyediakan sarana penterjemahan, Google office, Google map, dsb. Baik Google maupun Facebopok tidak meremehkan data kita, walau kita meremehkan data kita.

Berikut adalah beberapa hukum-hukum terkait teknologi informasi:

(1) Hukum Moore (diambil dari nama Gordon Moore, co-founder dari perusahaan integrated circuit Intel) mengatakan bahwa setiap 18 (delapan belas) bulan akan muncul CPU (Central processing unit) baru yang densitas komponennya 2x lebih padat, serta kecepatannya 2x lebih besar.

Hukum Moore mengakibatkan hardware pasti menjadi usang (outdated) setelah 18 bulan. Ini berakibat pada keputusan investasi pengadaan peralatan komputer yang harus memperhitungkan Hukum Moore.

(2) Hukum Metcalfe (diambil dari nama Robert Metcalfe, co-inventor dari NIC – Network Interface Card, dan  co-founder dari perusahaan 3Com) mengatakan bahwa manfaat yang diperoleh oleh seseorang yang bergabung dengan suatu jaringan yang telah memiliki N-1 anggota, adalah berbanding lurus dengan N(N-1)/2.

Hukum Metcalfe mendasari layanan-layanan gratis di Internet, dan dapat menjelaskan mengapa filosofi open-source dapat berjalan sekalipun banyak software open-source yang didistribusikan secara gratis.

(3) Hukum Murphy mengatakan bahwa “if anything can happen, it eventually will” , bila sesuatu dapat terjadi, maka, cepat atau lambat, akan terjadi juga.

Hukum Murphy meminta kita untuk secara periodik mengganti password atau PIN (personal identification number) dan kita gunakan password yang kuat, bukan password yang mudah ditebak. Hukum Murphy juga meminta kita membuat backup dari file-file yang kita punya, agar bila satu media hilang/tidak dapat diakses/datanya rusak dsb. kita masih memiliki salinannya.

Leavitt’s Diamond dan McKinsey 7S

Leavitt Diamond menggambarkan interaksi timbal balik yang sangat erat antara 4 (empat) hal : teknologi,  proses bisnis, user, dan struktur organisasi. McKinsey 7S adalah semacam Leavitt’s Diamond tetapi memiliki 7(tujuh) komponen : ..

Leavitt’s Diamond menggambarkan bahwa perubahan teknologi berakibat pada perubahan proses bisnis (misalnya, transaksi berbasis SMS, email, ATM), user harus beradaptasi, dan perubahan peraturan. Sebaliknya user yang berbeda juga perlu teknologi yang berbeda (misalnya disabled user dg user dg fisik yg normal; user yang educated dg yang kurang memperoleh pendidikan). Proses bisnis yg berubah dapat pula menuntut perubahan teknologi, user, maupun peraturan.

Implementasi IT bukanlah untuk IT itu sendiri. Saya meyakini bahwa IT memfasilitasi tidak hanya koleksi data, pemrosesan data menjadi informasi, tetapi juga pemrosesan informasi menjadi knowledge, serta pemrosesan knowledge menjadi wisdom, Oraginsasi yang memiliki wisdom akan lebih unggul dibandingkan yang tidak.

Knowledge ada dua macam : 1. tacit knowledge, berujud pengalaman dan belum dituliskan 2. explicit knowledge, pengetahuan yang tertulis.

Leave a Reply