Abdurrahman ibn Auf RA

Pertanyaan tentang Abdurrahman ibn Auf RA. Pertanyaa ini muncul karena ada info bahwa : Abdurrahman ibn Auf RA masuk surga dg cara merangkak karena hartanya membelenggu beliau. Maka beliau mensedekahkan seluruh hartanya.

 Pertanyaan :

  1. Setelah mensedekahkan seluruh hartanya, beliau hidup dari apa? Bagaimana dg isteri dan anaknya, siapa yg menanggung hidupnya pasca beliau mensedekahkan seluruh hartanya?

  2. Apakah yang disebut harta? Apakah setiap rupiah yang kita miliki? Apakah setiap benda berharga yang kita miliki?

  3. Apakah pasca sedekah seluruh harta, rekening kekayaan Abdurrahman ibn Auf RA = 0?

  4. Kalau mensedekahkan seluruh harta merupakan kebaikan, mengapa Abu Bakar RA dilarang melakukannya dan diperintah menyisakan 1/3 kekayaan untuk keluarganya?

  5. Apakah Abdurrahman Ibn Auf RA orang yg paling kaya pada masa itu? Apakah beliau satu-satunya orang kaya? Tidak adakah sahabat Rasul SAW lainnya yg juga tergolong kaya? Apakah mereka juga diperintah untuk mensedekahkan seluruh hartanya? Apakah mereka juga terbelenggu harta untuk masuk surga sehingga juga masuk surga dengan merangkak? Apakah sahabat yang kaya selain Abdurrahman ibn Auf tidak masuk surga krn bila masuk surga mestinya juga merangkak? Apakah posisi berjalan seseorang ketika akan masuk surga (merangkak, berjalan, berlari, terbang, dsb.) berbanding terbalik dengan banyaknya harta yang dimiliki?

  6. Apakah negasi masuk surga dengan merangkak hanya berbentuk masuk surga tidak dengan merangkak? Adakah posisi masuk neraka dengan merangkak?

  7. Bagaimana dengan keyakinan seseorang yang mengatakan “masuk surga dengan merangkak sudah lumayan, dari pada tidak masuk surga”, apakah dia tergolong muslim yang baik, muslim yang jelek, muslim yang sedang-sedang saja, ataukah dia tergolong kafir, musyrik, fasik, munafik?

  8. Abdurrahman Ibn Auf RA yang dikenal sebagai entrepreneur pasti mampu mengembalikan kekayaan pasca sedekah seluruh harta. Adakah riwayat tentang berapa kali selama hidup beliau, beliau mensedekahkan seluruh harta dan berapa bulan/tahun sekali beliau menedekahkan seluruh hartanya?

  9. Seberapa sahih derajat hadits yang meriwayatkan beliau sedekah seluruh harta. Anadikan sahih, apakah ini penyebab kemiskinan meluas di negara-negara yang mayoritas muslim? Andaikan dhaif, meyakini kesahihannya berarti menyebarkan kebohongan atas Rasulullah SAW dan sahabat RA.

  10. Tujuan perintah sedekah sebetulnya apa? Adakah suatu masa ketika tidak ada lagi orang yang layak memperoleh sedekah? Ketika itu sedekah harus dikemanakan? Apakah dapat disimpulkan bahwa sedekah bertujuan mengentaskan kemiskinan sehingga yang menerima sedekah memiliki modal bisnis untuk menjadi tidak miskin lagi?

  11. Seperti apakah sikap muslim yang benar terkait harta? apakah keimanan seseorang berbanding lurus dengan kemiskinannya? kalau harta tidak penting mengapa banyak yang protes bila SPP mahal, tarif listrik mahal, tarif telepon mahal, tdk mampu beli kambing utk kurban, tidak mampu bayar ONH?

  12. Apakah perintah bersedekah seluruh harta hanya berlaku untuk Abdurrahman ibn Auf RA?

  13. Kalau semua orang muslim yang kaya bersedekah seluruh harta apakah yang kaya ini berubah menjadi miskin (rekening = 0) dan otomatis yang miskin menjadi kaya? dan setelah itu orang miskin yg menjadi kaya mensedekahkan seluruh hartanya, dan kemudian menjadi miskin lagi?

  14. Salahkah memiliki banyak rumah dan banyak kendaraan dan banyak harta dan banyak uang? Bagimana dengan orang yang memang dikarunia keunggulan dalam menghasilkan harta/kekayaan, apakah dia harus mengerem keunggulannya? Jadi, dia dari 100 km/jam harus mengerem ke 20 km/jam?

     

     

Leave a Reply